MAHATVA.IDSukamakmur, Bogor

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Rudi Sabana, mengecam keras aksi anarkis berupa pembakaran gubuk petani yang terjadi di wilayah Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, baru-baru ini. 

Rudi menilai insiden ini sebagai imbas dari konflik yang tak kunjung diselesaikan antara dua kelompok tani hutan (KTH) yang ada di wilayah tersebut.

"Kemarin sudah ada indikasi pungutan liar, lalu suasana di sana sudah tidak kondusif dan sangat meresahkan para Kelompok Tani Hutan. Ini butuh ketegasan dari Kepala Desa, Cabang Dinas Kehutanan, serta Perhutani,” tegas Rudi kepada mahatva.id, Sabtu (28/6/2025).

Pemdes dan Instansi Terkait Diminta Bertindak Tegas

Rudi menekankan bahwa Pemerintah Desa Sukaharja dan instansi terkait harus bersikap tegas dalam menangani konflik yang terjadi. Menurutnya, saat ini diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap dua kelompok tani yang ada di wilayah tersebut, yakni KTH Daun Sajati dan KTH Akar Berkah.

Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor ini juga menyebut adanya dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh salah satu kelompok tani terhadap anggotanya. Pungutan ini diduga mencapai angka Rp150 ribu hingga jutaan rupiah, dan menurutnya, beberapa warga siap bersaksi atas hal tersebut.

“Saya tahu di sana ada pungli, dari Rp150 ribu bahkan hingga jutaan rupiah. Itu nyata, dan mereka siap memberikan kesaksian,” tambah Rudi.