Bogor, MAHATVA.ID — Dalam rangka memperingati Hari Ibu 2025, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong menggelar berbagai lomba kreatif yang melibatkan warga binaan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian serta penguatan nilai emosional dan kekeluargaan, Senin (22/12/2025).

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh warga binaan dari berbagai blok hunian. Sejumlah lomba digelar, di antaranya lomba membaca puisi bertema ibu, lomba menyanyi lagu kasih sayang orang tua, lomba menulis surat untuk ibu, serta lomba menggambar sketsa sosok ibu.

Melalui lomba puisi dan menyanyi, warga binaan mengekspresikan rasa rindu, penyesalan, serta harapan kepada ibu sebagai sumber kekuatan dalam kehidupan. Sementara lomba menulis surat menjadi ruang refleksi mendalam untuk menuangkan perasaan tulus yang selama ini terpendam. Adapun lomba menggambar sketsa menampilkan kreativitas visual warga binaan dalam memaknai ibu sebagai simbol kasih sayang, ketulusan, dan pengorbanan tanpa batas.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Tim Pembinaan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Mumpuni Nugraha W, S.E., M.M., yang memberikan apresiasi atas pelaksanaan pembinaan di Lapas Cibinong.

“Kegiatan ini sangat positif karena menyentuh sisi emosional warga binaan. Melalui tema ibu, mereka diajak mengingat kembali peran keluarga sebagai fondasi utama perubahan perilaku ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian penting dari pembinaan mental dan emosional warga binaan.

“Kami ingin menumbuhkan nilai kasih sayang, empati, dan rasa hormat kepada orang tua, khususnya ibu. Ini menjadi sarana refleksi diri agar warga binaan mampu memperbaiki sikap ke arah yang lebih baik,” jelasnya.

Setiap karya dan penampilan peserta dinilai berdasarkan aspek penghayatan, kreativitas, dan kesesuaian tema. Para pemenang memperoleh penghargaan sebagai bentuk apresiasi, sekaligus motivasi agar warga binaan terus aktif mengikuti program pembinaan di Lapas.

Salah satu peserta lomba berinisial R mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman emosional yang mendalam.