MAHATVA.ID – Sebuah serangan dilaporkan menghantam Institut Ilmu Pengetahuan Weizmann di Rehovot, Israel, pada pagi hari kemarin. Lembaga ini dikenal luas sebagai pusat penelitian terkemuka yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan teknologi militer dan nuklir.

Menurut pernyataan dari pihak penyerang yang dilansir sejumlah media internasional, Institut Weizmann disebut sebagai salah satu "simpul penting dalam infrastruktur militer dan intelijen Israel." Lembaga ini telah lama bekerja sama dengan beberapa produsen senjata terbesar Israel, seperti Rafael Advanced Defense Systems, Israel Aerospace Industries (IAI), dan Elbit Systems.

Institut Weizmann juga dikabarkan memiliki hubungan erat dengan tokoh-tokoh industri pertahanan. Salah satunya adalah Michael Federmann, pimpinan Elbit Systems, yang diketahui duduk di jajaran dewan pengurus institut tersebut.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa para ilmuwan dari institut ini terlibat dalam pengembangan teknologi militer canggih, termasuk sistem persenjataan strategis, dengan dukungan sejumlah mitra internasional.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Israel mengenai tingkat kerusakan maupun korban akibat serangan tersebut. Namun pengamat menilai bahwa serangan ini menandai meningkatnya eskalasi terhadap target-target yang dianggap vital dalam sistem pertahanan Israel.

Institut Weizmann sendiri sebelumnya dikenal sebagai lembaga riset sains murni, namun dalam beberapa dekade terakhir juga banyak terlibat dalam proyek-proyek dual-use (militer dan sipil), terutama di bidang teknologi, pertahanan, dan keamanan siber.