Jakarta, MAHATVA.ID — Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII 2025 di Jakarta diwarnai kisruh setelah Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) bersama 30 dari 33 provinsi memboikot pertandingan cabang olahraga tinju. Boikot dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap keterlibatan organisasi tandingan yang disebut tidak memiliki legalitas dan kompetensi resmi.

Wakil Ketua Umum Pertina, Shelly Selowati HS, menegaskan bahwa pihaknya menolak keras campur tangan pihak luar yang memaksakan penggunaan wasit dari organisasi tandingan dalam ajang sebesar Popnas.

“Mereka (organisasi baru) belum punya kapasitas, namun sudah dipaksa menjadi wasit di ajang sekelas Popnas. Ini adalah tindakan membahayakan nyawa dan nasib para atlet kami di atas ring,” tegas Shelly dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Menurut Shelly, Pertina — yang telah berdiri lebih dari enam dekade — tidak akan mempertaruhkan keselamatan dan masa depan atlet demi kepentingan politik maupun kepentingan pribadi pihak tertentu.

“Kami tidak akan mengorbankan keselamatan atlet hanya demi memenuhi kepentingan segelintir pihak. Ini menyangkut kredibilitas olahraga dan masa depan generasi muda yang berjuang di ring,” ujarnya.

Pertina menilai langkah penyelenggara Popnas yang memberikan ruang bagi organisasi tandingan tanpa dasar hukum yang jelas merupakan tindakan gegabah dan tidak profesional. Hal itu, menurut mereka, berpotensi menurunkan standar keselamatan dan kualitas kompetisi nasional.

Boikot tersebut dilakukan oleh mayoritas 30 dari 33 provinsi yang tergabung dalam struktur resmi Pertina. Mereka menyatakan menolak intrik politik dan ambisi pribadi yang dianggap berusaha merusak pondasi olahraga tinju nasional yang telah dibangun selama puluhan tahun.

“Kami siap bersatu melawan setiap bentuk pembegalan terhadap organisasi resmi dan sejarah panjang tinju Indonesia. Jangan korbankan atlet hanya karena kepentingan kelompok tertentu,” tegas Pertina dalam pernyataannya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara Popnas 2025 maupun Kementerian Pemuda dan Olahraga terkait sikap boikot massal dari Pertina dan 30 provinsi tersebut.