JAKARTA, MAHATVA.ID – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengapresiasi keberhasilan PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) dalam pengeboran pengembangan Sumur Gemah-81 yang mencatatkan hasil produksi awal sangat positif.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan bahwa uji produksi awal (initial production test) Sumur Gemah-81 telah diselesaikan pada 11 Februari 2026 dengan hasil yang menggembirakan.

“Alhamdulillah, atas berkat Tuhan Yang Maha Esa, K3S PetroChina International Jabung Ltd. berhasil melaksanakan pengeboran pengembangan Sumur Gemah-81 dan menyelesaikan uji produksi awal dengan hasil yang sangat baik,” ujar Djoksis sapaan Akrabnya kepada Mahatva.id.

Sumur Gemah-81 memiliki tiga target reservoir, dengan target utama berada pada interval kedalaman 7.259–7.281 feet measured depth (MD). Berdasarkan hasil well test dan analisis, pada choke 32/64 inci, sumur ini mampu memproduksi gas sebesar 4,8 MMSCFD dengan well head pressure (WHP) 1.080 psig, serta menghasilkan kondensat sekitar 400 barel minyak per hari (bopd).

Djoko menjelaskan, gas dan kondensat dari Sumur Gemah-81 direncanakan akan segera dialirkan ke fasilitas eksisting Gemah Station dalam waktu sekitar dua minggu ke depan. Untuk mendukung proses tersebut, PetroChina Jabung akan memasang pipa sepanjang kurang lebih 300 meter dari sumur menuju fasilitas produksi yang sudah ada.

Dari sisi operasional, pengeboran Sumur Gemah-81 dinilai berjalan dengan aman tanpa insiden. Selain itu, realisasi biaya pengeboran tercatat sekitar USD 5,32 juta, atau hanya 85 persen dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui SKK Migas.

“Hal ini menunjukkan efisiensi operasional yang sangat baik,” tambah Djoko.

Ke depan, PetroChina Jabung berencana melanjutkan kegiatan pengeboran dengan menargetkan dua sumur tambahan dalam waktu satu bulan ke depan, yakni Sumur Gemah-85 dan Sumur NEB-85 ST.

SKK Migas berharap keberhasilan Sumur Gemah-81 dapat menjadi momentum positif dalam upaya peningkatan produksi gas nasional.