MAHATVA.ID –Tradisi sakral “Sofyanin Panggil Pulang” akhirnya kembali digelar pada tahun 2025, setelah terakhir kali dilaksanakan pada 2017. Kegiatan budaya yang penuh nilai spiritual dan adat ini dijadwalkan berlangsung pada 21 Oktober 2025, menyatukan kembali anak negeri di kampung halaman maupun di tanah rantau.
Dengan mengangkat tema besar “Snobak – Sroba Didtinemun”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merekatkan kembali tali persaudaraan budaya, agama, dan pemerintahan dalam semangat adat Tanimbar yang luhur.
Dalam unggahan di akun Facebook resminya, Kades Sofyanin membunyikan tanda panggilan pulang dengan bahasa Tana Adat Fordata: “Mnanat deen Miya naa Mavu ro rira, Oho neluk Somalai nafi arorang watan bira Tinemun.”
(Sofyanin Panggil Pulang, 21 Oktober 2025) Sebuah panggilan adat yang menggugah hati para perantau untuk kembali menapak tanah leluhur.
Maknanya: panggilan suci agar semua anak negeri pulang menjejak tanah leluhur.
21 Oktober: Tanggal Sakral 100 Tahun Gereja dan Desa Sofyanin
Pemilihan tanggal 21 Oktober bukan tanpa alasan. Hari ini menandai 100 tahun penerimaan Sakramen Baptis oleh 21 leluhur Sofyanin pada tahun 1917, tonggak sejarah berdirinya Gereja Katolik sekaligus kelahiran resmi Desa Sofyanin.
Dengan latar sejarah ini, “Sofyanin Panggil Pulang 2025” dipastikan akan menjadi puncak perayaan iman dan adat dalam satu tarikan nafas perjuangan leluhur dan generasi penerus.
Agenda Adat, Rohani, dan Sosial: Harmoni Tiga Pilar
Kegiatan “Sofyanin Panggil Pulang” tak sekadar seremoni. Panitia telah menyiapkan rangkaian acara terpadu:
Tnabar Ilaa antar RT, perlombaan adat yang memperkuat solidaritas kampung.

.png)