MAHATVA.ID – Isu pemekaran wilayah Kabupaten Bogor kembali menguat. Kali ini, Kecamatan Sukamakmur disebut-sebut sebagai calon kuat lokasi pusat pemerintahan Daerah Otonomi Baru (DOB) Bogor Timur. Penunjukan ini memicu antusiasme sekaligus rasa penasaran publik terhadap wilayah yang berada di kaki Gunung Batu tersebut.

Lantas, seperti apa sebenarnya Kecamatan Sukamakmur?

Sukamakmur merupakan sebuah desa sekaligus ibu kota dari Kecamatan Sukamakmur, yang berada di wilayah timur Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Letaknya yang strategis di kawasan perbukitan menjadikannya memiliki udara sejuk dan potensi wisata alam yang cukup menjanjikan.

Secara historis, Sukamakmur memiliki rekam jejak administratif yang cukup panjang. Pada era tahun 1970-an, ketika masih menjadi bagian dari Kecamatan Jonggol, wilayah bagian timur dari Desa Sukamakmur dimekarkan menjadi Desa Sukamulya. Kemudian, pada tahun 1999, wilayah selatan Jonggol kembali mengalami pemekaran, dan dari situlah lahir Kecamatan Sukamakmur yang kita kenal saat ini.

Nama "Sukamakmur" sendiri sejatinya bukan nama baru. Ia pernah menjadi nama Kemantren di bawah Kawedanan Jonggol, bahkan sempat digunakan sebagai nama wilayah administratif di masa lalu sebelum resmi menjadi kecamatan.

Dengan potensi sumber daya alam, kultur masyarakat, dan letak geografis yang strategis, Sukamakmur kini menjadi kandidat utama sebagai pusat pemerintahan Bogor Timur. Wacana ini tentu membawa harapan besar bagi percepatan pembangunan dan pemerataan pelayanan publik di wilayah timur Kabupaten Bogor.

Namun demikian, proses penetapan DOB masih membutuhkan kajian mendalam dan persetujuan dari pemerintah pusat. Sejumlah tokoh masyarakat dan pemerhati kebijakan daerah pun turut memberikan pandangan, baik dukungan maupun kritik terhadap rencana ini.

Meski masih menunggu keputusan resmi, Sukamakmur sudah mencuri perhatian. Bukan hanya karena wacana DOB, tetapi juga karena nilai historis dan potensi masa depannya sebagai pusat pemerintahan baru yang diharapkan mampu mendorong kemajuan wilayah Bogor Timur.