Bogor, MAHATVA.ID – Aroma talas seupan yang mengepul dari dapur nenek, berpadu dengan gurihnya parutan kelapa, seakan menghadirkan nostalgia yang hangat. Kenikmatan sederhana itu bukan hanya milik masyarakat Bogor, tetapi juga dirasakan oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Ia menyebut talas seupan sebagai makanan yang mengenyangkan, menyehatkan, sekaligus menjadi simbol kekayaan kuliner lokal yang patut dilestarikan.

Pada Kamis, 14 Agustus 2025, Rudy menegaskan kembali komitmennya memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Bogor. Baginya, talas bukan hanya camilan, melainkan pintu masuk untuk membicarakan ketahanan pangan, kesejahteraan petani, hingga peluang ekonomi daerah.

“Talas seupan adalah warisan kuliner yang menyehatkan dan membanggakan. Kita harus menjaga sekaligus mengembangkan pertanian lokal agar petani makin sejahtera,” ujar Rudy.

Ketahanan Pangan Lewat Umbi Talas

Talas adalah salah satu komoditas unggulan Bogor. Umbi ini kaya serat, vitamin, dan mineral, bermanfaat untuk pencernaan, mengontrol gula darah, hingga menjaga kesehatan jantung. Potensi ekonominya juga besar. Talas bisa diolah menjadi berbagai produk: mulai dari talas seupan, keripik, tepung talas, hingga minuman kekinian yang digemari generasi muda.

Dengan diversifikasi produk, nilai tambah talas meningkat, membuka lapangan kerja baru, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan.

Rekor MURI: Talas di Panggung Nasional

Tak heran, Pemkab Bogor menjadikan talas sebagai ikon kuliner sekaligus simbol persatuan. Pada acara Kirab Bendera Merah Putih di Kabupaten Bogor, pemerintah daerah berhasil meraih Rekor MURI dengan sajian talas terbanyak. Peristiwa ini mengukuhkan posisi Bogor sebagai “Kota Talas” yang tidak hanya bersejarah, tetapi juga berinovasi dalam menjaga warisan kuliner.

Resep Sederhana Talas Seupan