Bogor, MAHATVA.ID – Festival Film Kabupaten Bogor (FFKB) menyambut dengan penuh kebanggaan keterlibatan aktor, aktris, dan sutradara terbaik FFKB 2025 dalam produksi film layar lebar berjudul “Jejak Arwah Rumah Belanda” garapan sutradara Roni Mepet. Roni Mepet sendiri merupakan salah satu juri pada ajang Festival Film Kabupaten Bogor 2025 yang sukses digelar pada 3 Desember 2025 lalu.

Keterlibatan para pemenang FFKB ini menjadi bentuk apresiasi nyata atas keseriusan dan kualitas sineas Kabupaten Bogor yang telah berpartisipasi dalam ajang festival tersebut. Film “Jejak Arwah Rumah Belanda” pun menjadi ruang aktualisasi bagi talenta-talenta terbaik hasil kurasi Festival Film Kabupaten Bogor.

Aktor Terbaik FFKB 2025 melalui film “Nano-Plastik” produksi Kecamatan Bojong Gede, Moh. Ikhsan, dipercaya memerankan karakter zombi dalam film “Jejak Arwah Rumah Belanda”. Sementara itu, Nurhayati, pemeran Emak dalam film “Terlambat, Waktu Kan Menunggu” produksi Kecamatan Cisarua, didapuk memerankan karakter Mbah Iin.

Tak hanya itu, Benny Ciko Atmojo, yang meraih penghargaan Sutradara Terbaik FFKB 2025 melalui film “Nano-Plastik”, turut terlibat sebagai Asisten Sutradara (Astrada) 2, mendampingi langsung Roni Mepet dalam proses produksi film tersebut.

Ketua Pelaksana Festival Film Kabupaten Bogor, TB. Ule, menyebut keterlibatan para talenta FFKB dalam produksi film ini sebagai sebuah kebanggaan besar bagi festival.

“Ini sebuah kebanggaan buat Festival Film Kabupaten Bogor. Mudah-mudahan dengan terlibatnya para talenta FFKB dalam produksi film ini dapat memotivasi penyelenggaraan FFKB di tahun-tahun berikutnya,” ujar TB. Ule.

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Egi Ghunadi Whibawa, anggota DPRD Kabupaten Bogor yang menjadi salah satu pendorong terlaksananya Festival Film Kabupaten Bogor 2025.

“Alhamdulillah, ini sebuah anugerah buat FFKB. Diberikan kepercayaan oleh juri yang memiliki perhatian hingga sejauh ini. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik bagi kemajuan Festival Film Kabupaten Bogor di tahun-tahun mendatang,” ungkap Egi.

Keterlibatan langsung para talenta FFKB dalam produksi film profesional ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem perfilman lokal, sekaligus membuka jalan lebih luas bagi sineas Kabupaten Bogor untuk menembus industri film nasional.