MAHATVA.ID — Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) kembali mempererat kerja sama pertahanan melalui latihan gabungan bertajuk Bhakti Kanyini Ausindo 2025 (BKA 2025).
Kegiatan resmi dibuka oleh Wakil Asisten Operasi Panglima TNI, Marsma TNI Taufiq Arasj, di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Cipulir, Jakarta Barat.
Dalam sambutannya, Marsma Taufiq menegaskan bahwa latihan ini bukan sekadar ajang peningkatan kesiapsiagaan militer dalam menghadapi bencana alam, tetapi juga menjadi momentum memperkuat hubungan multinasional antara institusi militer dan sipil di kawasan.
“Latihan Bhakti Kanyini 2025 mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat kemampuan kolektif memberikan bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Melalui pengalaman dan kerja sama lintas negara, kita menegaskan kembali tanggung jawab bersama untuk melindungi dan melayani masyarakat tanpa mengenal batas wilayah,” ujarnya.
Latihan tahunan ini berfokus pada peningkatan kemampuan Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) atau bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi aktif Indonesia dalam menjaga perdamaian, kesejahteraan, serta stabilitas keamanan kawasan melalui kolaborasi antara militer dan unsur sipil.
Pelaksanaan Latgabmapad (Latihan Gabungan Bersama Terpadu) Bhakti Kanyini Ausindo 2025 melibatkan berbagai unsur dari TNI, Basarnas, BPBD, instansi sipil, serta negara sahabat seperti Australia, Amerika Serikat, dan Timor Leste. Selain memperkuat interoperabilitas, latihan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan strategi menghadapi bencana alam, konflik kemanusiaan, serta ancaman non-militer lainnya.



