BOGOR, MAHATVA.ID — Dunia perfilman lokal Kabupaten Bogor kembali bergairah dengan hadirnya Festival Film Kabupaten Bogor 2025. Ajang ini menjadi wadah bagi para sineas muda daerah untuk menunjukkan bakat dan kreativitasnya, sekaligus memunculkan aktor dan aktris baru dari berbagai kecamatan yang selama ini jarang terekspos.

Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Topan Yakub, atau yang dikenal dengan nama panggung Topan Andesgo, asal Parungpanjang. Dalam festival tahun ini, Topan berperan sebagai Pak Syarif dalam film berjudul “Kawan Sejalan”, garapan Sineas Parungpanjang bekerja sama dengan Paguyuban Katolik Parungpanjang.

Film “Kawan Sejalan” mengangkat tema moderasi dan toleransi antarumat beragama, dengan alur cerita yang berfokus pada konflik sosial antara dua tokoh utama — Pak Syarif dan Pak Martius — yang akhirnya berujung pada perdamaian setelah peristiwa kemanusiaan menyentuh hati. Titik balik terjadi ketika Pak Martius menolong istri Pak Syarif yang tengah sakit keras, mengubah kebencian menjadi rasa hormat dan persaudaraan.

“Saya ingin memerankan Pak Syarif dengan sepenuh hati. Tokoh ini mengajarkan bahwa kebencian hanya bisa dikalahkan oleh kebaikan,” ujar Topan Yakub saat ditemui di lokasi pemutaran film, Minggu (9/11/2025).

Menariknya, Topan bukan aktor profesional. Sehari-hari, ia bekerja sebagai sopir truk di Desa Gorowong, Kecamatan Parungpanjang. Meski begitu, kecintaannya pada dunia seni telah lama tumbuh. Ia dikenal sebagai penggiat seni lokal, aktif dalam kegiatan teater dan film komunitas di desanya. Pengalaman aktingnya juga pernah membawanya tampil di sinetron nasional, sebelum akhirnya kembali menekuni film daerah.

Dengan totalitas aktingnya sebagai tokoh antagonis yang mengalami perubahan sikap, Topan berharap film “Kawan Sejalan” dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dan sineas muda di Kabupaten Bogor.

“Saya ingin tunjukkan bahwa siapa pun bisa berakting dan berkarya, asal serius dan punya niat baik. Semoga film ini membawa pesan bahwa perbedaan bukan penghalang untuk bersaudara,” ungkapnya.

Film “Kawan Sejalan” tak hanya menyampaikan pesan moral tentang toleransi, tetapi juga menampilkan keindahan wisata lokal Parungpanjang, seperti Wisata Gunung Dago, sebagai bagian dari upaya promosi potensi daerah melalui medium film.

Festival Film Kabupaten Bogor sendiri diharapkan menjadi panggung bagi para sineas dan pelaku seni dari berbagai kecamatan untuk terus berkarya, memperkaya khasanah perfilman daerah, dan memperkuat identitas budaya Kabupaten Bogor.