MAHATVA.ID -Infrastruktur telekomunikasi yang seharusnya menjadi jembatan konektivitas di Kepulauan Tanimbar justru memantik kekecewaan.
Tower internet berkonstruksi “kaki dua” di Desa Tutukembong, kecamatan Nirunmas, dilaporkan sering rusak dan rata-rata tidak berfungsi optimal, membuat masyarakat kesulitan mengakses jaringan, Jumat (13/2/2026)
Keluhan mencuat setelah gangguan terjadi berulang dalam beberapa bulan terakhir. Setiap kali jaringan mati, pemerintah desa menghubungi teknisi untuk perbaikan. Namun, menurut warga, hasilnya tak pernah bertahan lama.
“Setiap jaringan mati, teknisi datang perbaiki. Tapi paling lama dua minggu sudah mati lagi,” ungkap Levi, salah satu warga Tutukembong.
Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas warga. Pelajar kesulitan mengakses materi daring, pelayanan administrasi desa terganggu, dan komunikasi antarwilayah tersendat. Di tengah dorongan transformasi digital dari pemerintah pusat, situasi ini dinilai kontras dengan semangat pemerataan akses internet.
Warga mempertanyakan kualitas perangkat dan sistem pemeliharaan tower. Levi bahkan menyampaikan kekecewaannya secara terbuka, menyebut ada dugaan ketidakprofesionalan dalam pengelolaan infrastruktur tersebut.
Meski demikian, pernyataan tersebut masih sebatas opini warga dan belum ada klarifikasi resmi dari pihak penyedia layanan maupun instansi terkait.
Kekecewaan yang berulang memicu tuntutan agar tower yang tidak berfungsi dievaluasi menyeluruh.
“Kalau memang alat-alatnya tidak layak, tidak memenuhi standar teknis dan kualitas yang diatur dalam program pemerintah pusat, maka harus segera ditinjau ulang dan diganti. Bahkan, anak perusahaan yang menggunakan perangkat abal-abal dan tak profesional pun harus ditertibkan, bukan terus dibiarkan merugikan masyarakat,” tegas Levi dengan nada kecewa.



