MAHATVA.ID -Pembangunan tower jaringan Telkomsel di Desa Waturu, Kecamatan Nirunmas, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, telah rampung secara fisik. Namun hingga kini, layanan jaringan telekomunikasi belum beroperasi secara optimal, sehingga warga desa-desa sekitar masih kesulitan mengakses sinyal komunikasi, Kamis (8/1/2026)
Kondisi tersebut membuat harapan masyarakat terhadap peningkatan akses informasi, pendidikan, layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi digital belum sepenuhnya terwujud, meski infrastruktur telekomunikasi telah berdiri.
Salah satu warga Desa Tutukembong, Yulita Feninlambir, mengatakan bahwa sejak awal masyarakat menaruh harapan besar pada pembangunan tower tersebut. Menurutnya, ketersediaan jaringan sangat dibutuhkan untuk menunjang berbagai kebutuhan dasar warga.
“Kami berharap dengan adanya tower ini, komunikasi bisa lebih lancar. Tapi sampai sekarang sinyalnya belum bisa digunakan dengan baik, sehingga manfaatnya belum dirasakan masyarakat,” ujar Yulita.
Belum optimalnya jaringan memunculkan pertanyaan di kalangan warga terkait tahapan operasional pascapembangunan tower serta kepastian waktu aktivasi jaringan Telkomsel. Meski pembangunan fisik telah selesai, masyarakat masih menunggu kejelasan agar layanan benar-benar dapat digunakan secara maksimal.
Menanggapi hal tersebut, Baqir Budi Zahid, selaku kontraktor pembangunan tower Telkomsel di Desa Waturu, menjelaskan bahwa peran kontraktor terbatas pada penyelesaian pekerjaan fisik.
“Kami hanya bertanggung jawab pada pembangunan fisik tower. Setelah selesai, aset tersebut diserahkan kembali kepada perusahaan pemilik,” jelas Baqir saat dikonfirmasi.
Terkait jadwal pengoperasian jaringan, Baqir menyebut pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk memastikan waktu aktivasi secara penuh.
“Soal kapan jaringan bisa beroperasi maksimal, itu bukan kewenangan kami. Informasi yang saya terima, jaringan sudah berfungsi dan sudah digunakan oleh sebagian masyarakat,” ujarnya.


