Bogor, MAHATVA.ID – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bogor menggelar Pengajian Majelis Ilmu Mihrobul Muhibbin bertema Muhasabah Akhir Tahun: “Menata Diri, Menggapai Ridho Ilahi” sebagai upaya memperkuat keimanan dan mempererat silaturahmi antar pengurus TP-PKK di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Bogor, Eva Rudy Susmanto, dan berlangsung di Rumah Dinas Bupati Bogor, Selasa (15/12/2025).
Pengajian ini turut dihadiri oleh berbagai unsur organisasi perempuan dan mitra daerah, di antaranya Ketua IKIAD Kabupaten Bogor, Ketua Bhayangkari Polres Bogor, Ketua Persit Kodim 0621, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bogor, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ketua KADIN Kabupaten Bogor, Direktur Utama RSUD Cibinong, perwakilan RSUD di lingkungan Kabupaten Bogor, para istri kepala perangkat daerah, serta Ketua TP-PKK Kecamatan, Desa, dan Kelurahan.
Ketua TP-PKK Kabupaten Bogor, Eva Rudy Susmanto, menyampaikan bahwa pengajian bulanan ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui majelis ilmu ini, kita tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga saling mengingatkan untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, dan menata hati agar setiap langkah yang kita lakukan senantiasa bernilai ibadah,” ungkap Eva.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustazah Fira mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu sebagai amanah dari Allah SWT.
“Waktu adalah pedang, gunakan waktumu sebelum ia menebasmu,” tutur Ustazah Fira, mengutip nasihat para ulama.
Ia juga menyampaikan pesan Imam Asy-Syafi’i rahimahullah yang menegaskan bahwa waktu bagaikan pedang; jika tidak dimanfaatkan dengan baik, maka waktu tersebut akan menjadi sebab kerugian bagi manusia.
Menurut Ustazah Fira, setiap hari merupakan kesempatan baru untuk berbuat kebaikan. Ia mengingatkan pesan malaikat kepada anak Adam agar memanfaatkan setiap waktu dengan sebaik-baiknya, karena satu hari yang telah berlalu tidak akan kembali hingga hari kiamat.


