BOGOR, MAHATVA.ID – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga 11 korban meninggal dunia akibat kepulan asap karbon monoksida (CO) di lubang atau gua emas kawasan PT Antam Tbk Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Emas (UPBE) Pongkor, Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Ucapan duka tersebut disampaikan langsung Kapolda Jabar saat menemui keluarga korban di Mako Polsek Nanggung, Kamis (22/1/2026).

“Korban meninggal dunia berjumlah 11 orang. Dua orang berasal dari Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, enam orang dari Kecamatan Cigudeg, dan tiga orang dari Desa Urug, Kecamatan Sukajaya. Seluruh korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga,” ujar Irjen Pol Rudi Setiawan kepada wartawan.

Kapolda mengungkapkan, jumlah korban masih berpotensi bertambah seiring berjalannya proses evakuasi lanjutan yang dilakukan Tim Rescue PT Antam Tbk UPBE Pongkor bersama Basarnas, BPBD Kabupaten Bogor, dan unsur SAR gabungan lainnya.

“Kami masih menerima laporan adanya warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya. Oleh karena itu, kemungkinan korban bisa bertambah,” jelasnya.

Ia pun meminta doa dari keluarga korban dan masyarakat agar kadar karbon monoksida di dalam gua emas segera menurun hingga berada di bawah ambang batas aman, yakni 200 PPM (parts per million), sehingga proses evakuasi dapat kembali dilanjutkan.

“Saat ini kadar CO di dalam lubang atau gua emas pada kedalaman sekitar 500 hingga 700 meter masih di atas ambang aman. Hal ini sangat menyulitkan proses evakuasi,” katanya.

Kapolda menegaskan bahwa operasi pencarian dan evakuasi ini merupakan misi kemanusiaan. Namun, pihaknya belum dapat memastikan lokasi keberadaan warga yang masih dinyatakan hilang.

“Kami belum mengetahui apakah yang masih hilang berada di lubang yang sama atau di lubang-lubang lainnya,” tambahnya.