Jakarta, MAHATVA.ID – PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) dan PT Aneka Petroindo Raya (APR) atau SPBU BP-AKR membatalkan rencana pembelian bahan bakar minyak (BBM) dari PT Pertamina (Persero). Alasannya, BBM impor Pertamina mengandung etanol sebesar 3,5 persen, yang dinilai terlalu tinggi oleh kedua badan usaha tersebut.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyediakan kuota impor untuk badan usaha swasta sebesar 1,2 juta kiloliter BBM RON 92 dan 270 ribu kiloliter BBM RON 98. Pertamina bahkan sudah membuka ruang negosiasi dengan SPBU swasta sejak September 2025.
“Alhamdulillah seperti disampaikan Pak Dirjen tadi, dua SPBU swasta itu berkenan, berminat untuk membeli kepada kita secara base fuel. Yang berkenan itu Vivo sama APR, APR itu join AKR dan BP,” ungkap Achmad saat RDP Komisi VII DPR, Rabu (1/10).
Pada 26 September 2025, Vivo sempat menyepakati pembelian base fuel sebanyak 40 ribu barel. Namun, pada malam harinya, baik Vivo maupun BP-AKR memutuskan untuk membatalkan kesepakatan. Sementara itu, Shell memilih tidak melanjutkan negosiasi karena alasan administrasi internal.
“Kronologi yang kami sampaikan sebelumnya ada dalam tabel ini, di mana akhirnya 26 September malam tidak ada satu pun SPBU swasta yang dapat bersepakat dengan kami sementara ini,” tegas Achmad.
Achmad menjelaskan, meski regulasi pemerintah memperbolehkan kadar etanol dalam BBM hingga 20 persen, kandungan 3,5 persen yang terdapat dalam kargo impor Pertamina tetap menjadi alasan pembatalan.
“Content-nya itu ada kandungan etanol, di mana secara regulasi diperkenankan sampai 20 persen. Sedangkan ada etanol 3,5 persen. Ini yang membuat teman-teman SPBU swasta untuk tidak melanjutkan pembelian,” jelasnya.
Meski demikian, Achmad optimistis masih ada peluang kerja sama di masa depan. Menurutnya, SPBU swasta membuka ruang negosiasi jika ada kargo BBM dengan spesifikasi yang lebih sesuai.
“Teman-teman SPBU swasta berkenan jika nanti pada kargo selanjutnya siap bernegosiasi kalau memang kualitasnya aman bagi karakteristik produk masing-masing,” pungkas Achmad.




