MAHATVA.ID – Wasit asal Kuwait, Ahmad Al Ali, menunjukkan ketegasan dan profesionalisme tinggi saat memimpin laga Timnas Indonesia melawan Arab Saudi pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Jeddah, Kamis (9/10) dini hari WIB. Kekhawatiran publik Indonesia soal netralitasnya pun terbantahkan.
Sebelum pertandingan, muncul keraguan dari PSSI dan sebagian publik terkait keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang menunjuk Ahmad Al Ali sebagai pengadil laga. Namun, wasit berusia 41 tahun itu membuktikan integritasnya dengan kepemimpinan yang tegas dan konsisten sepanjang 90 menit pertandingan.
Ahmad Al Ali tercatat mengeluarkan enam kartu kuning, satu kartu merah, dan tiga penalti selama pertandingan berlangsung. Dua dari tiga gol Timnas Indonesia yang dicetak oleh Kevin Diks saat kalah 2–3 dari Arab Saudi, berasal dari titik penalti.
Ketegasan Ahmad juga terlihat hingga menit akhir laga. Pada masa injury time babak kedua, ia memberikan kartu merah kepada Mohamed Kanno, pemain Arab Saudi yang baru masuk pada menit ke-89. Kanno menerima dua kartu kuning beruntun karena mengulur waktu dan melakukan protes berlebihan, serta satu kartu merah untuk ofisial tim Saudi.
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, turut memberikan apresiasi kepada kinerja sang wasit.
“Saya tidak punya komplain soal wasit (Ahmad Al Ali). Saya pikir dia melakukan tugas luar biasa,” ujar Kluivert usai pertandingan.
Respons positif juga datang dari netizen Indonesia. Banyak warganet yang menyampaikan rasa hormat dan bahkan permintaan maaf atas keraguan mereka terhadap profesionalitas Ahmad Al Ali.
“Sebagai orang Indonesia, saya mau minta maaf kepada Ahmad Al Ali yang sudah diragukan. Dia sangat fair play,” tulis salah satu netizen di media sosial.
“Wasit Kuwait ini keren banget. Kalau dia gak fair, gak mungkin Indonesia dapat dua penalti dan pemain Saudi kena kartu merah. Tegas banget!” komentar lainnya.




