MAHATVA.ID. – Pemerintah Amerika Serikat mengecam keputusan Iran yang menangguhkan kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Keputusan tersebut dinilai sebagai langkah berbahaya yang memperburuk ketegangan nuklir di kawasan Timur Tengah.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Tammy Bruce, dalam konferensi pers di Washington pada Kamis (3/7/2025), menyebut tindakan Teheran "tidak dapat diterima", terutama di tengah peluang untuk memilih jalan diplomasi.

“Iran memilih untuk menangguhkan kerja sama dengan IAEA pada saat ia memiliki kesempatan untuk membalikkan arah dan memilih jalan perdamaian dan kemakmuran,” ujar Bruce seperti dikutip dari AFP.

Iran Resmi Hentikan Akses IAEA ke Fasilitas Nuklir

Pemerintah Iran secara resmi menghentikan akses inspektur IAEA ke fasilitas nuklirnya mulai Rabu (2/7). Keputusan itu diteken langsung oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian, sebagai respons terhadap serangan udara gabungan Israel dan Amerika Serikat pada 22 Juni lalu, yang menargetkan tiga lokasi fasilitas nuklir Iran.

Langkah ini dinilai semakin membatasi kemampuan IAEA untuk memverifikasi aktivitas nuklir Iran, yang saat ini telah memperkaya uranium hingga mendekati level senjata.

AS dan Israel Dituding Sebagai Pemicu

Teheran menyebut serangan udara AS dan Israel sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan ancaman nyata terhadap keselamatan para ilmuwan nuklirnya. Pezeshkian dalam pernyataannya menegaskan, kerja sama hanya akan dilanjutkan jika ada jaminan keamanan terhadap fasilitas dan personel nuklir Iran.

AS Tegaskan Iran Tidak Akan Dibiarkan Miliki Senjata Nuklir