Bogor, MAHATVA.ID – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor terus memperkuat ketahanan bangsa dari ancaman narkoba melalui berbagai terobosan. Salah satunya adalah transformasi Program Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dengan menggaungkan Gerakan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak (ANANDA), Kamis (11/12/2025).
Upaya ini sejalan dengan arahan Kepala BNN RI yang menekankan bahwa ketahanan nasional harus dibangun dari keluarga yang kuat serta anak-anak yang bersih dari narkoba.
Kepala BNNK Bogor, Kombes Pol Anggun Cahyono, mengatakan pihaknya saat ini melakukan silaturahmi dan bimbingan teknis kepada para agen pemulihan yang berada di desa maupun yayasan rehabilitasi.
“Tahun ini kami memiliki tiga LKN. Dua di antaranya merupakan laporan kejadian narkotika, dan satu sudah P21. Untuk barang bukti ada ganja dan sabu. LKN terakhir bahkan melibatkan seorang perempuan, ibu rumah tangga, sebagai pengedar sabu,” ungkapnya.
Selain penindakan, BNNK Bogor juga meningkatkan pendekatan rehabilitatif. Sepanjang 2025, sedikitnya 50 klien telah menjalani rehabilitasi, sementara total yang mengikuti Tim Asesmen Terpadu (TAT) mencapai 70 orang.
Anggun mengungkapkan, laporan masyarakat juga berperan besar dalam pengungkapan kasus. Baru dua minggu lalu, BNNK mengamankan 12 pengguna, di antaranya 8 pelajar SMA/SMK dari wilayah Jonggol. Terdapat pula mahasiswa yang kedapatan menggunakan narkotika jenis sintetis.
“Dari tangan anak-anak sekolah itu, kami mengamankan barang bukti sinte seberat 2 gram,” jelasnya.
Anggun menambahkan, Kabupaten Bogor dengan jumlah penduduk sekitar 6 juta jiwa memiliki tantangan besar dalam upaya pencegahan peredaran gelap narkotika. Berdasarkan data forensik, 1,3 persen atau sekitar 100 ribu penduduk diperkirakan merupakan pengguna narkoba.
“Karena itu kami mengajak semua pihak untuk menjaga tetangga, keluarga, dan teman yang terindikasi menggunakan narkoba. Jangan sungkan melapor. Rehabilitasi tidak dipungut biaya,” tegasnya.




