Bogor, MAHATVA.ID – Subdirektorat Bina Dalam Lapas Khusus Teroris Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas IIB Sentul menggelar pelatihan kewirausahaan pembuatan makanan kering, seperti keripik kentang, keripik pisang, dan baso goreng, pada Rabu (2/10).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BNPT dalam mendukung proses reintegrasi sosial bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya narapidana kasus terorisme, agar mereka dapat memiliki keterampilan produktif setelah bebas dan kembali ke masyarakat.
Pelatihan difokuskan pada penguasaan teknik pengolahan makanan yang baik dan benar, agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi dan layak jual. Suasana pelatihan berlangsung aman dan kondusif, dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang bersemangat mengikuti setiap sesi.
Kepala Subdirektorat Bina Dalam Lapas Khusus Teroris (Kasubdit Binlapsuster BNPT) Ahadi Wijayanto menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pembinaan teknis dan deradikalisasi.
“Pelatihan ini merupakan salah satu upaya kami untuk membantu Warga Binaan mengembangkan keterampilan kewirausahaan sebagai bagian dari program deradikalisasi,” ujar Ahadi.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi bekal nyata bagi para warga binaan setelah bebas nanti.
“Mudah-mudahan berbagai kegiatan pelatihan yang kami berikan mampu bermanfaat bagi mereka, menjadi bekal berwirausaha setelah bebas, sehingga tidak mengulangi perbuatan yang salah,” tambahnya.
Senada dengan itu, Kepala Lapas Khusus Kelas IIB Sentul, Iswandi, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara BNPT dan pihak Lapas dalam melaksanakan pembinaan berkelanjutan.
“Kami bersama BNPT selalu bekerja sama dalam mempersiapkan para Warga Binaan agar dapat kembali ke masyarakat,” tutur Iswandi.




