MAHATVA.ID -Inovasi ekonomi kreatif berbasis potensi lokal kembali hadir dari Maluku. CV Arkilo Jaya Mandiri di Desa Awear Rumngeur, Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, memprakarsai pengolahan arang batok kelapa sebagai sumber pendapatan masyarakat. Hasil penjualan produk ini tidak hanya menggerakkan roda perekonomian warga, tetapi juga dialokasikan untuk mendukung pembangunan gereja baru di desa tersebut.
Ketua Panitia Pembangunan Gereja Awear Rumngeur, Samuel Kabresy, mengapresiasi inisiatif ini sebagai kolaborasi strategis antara dunia usaha dan masyarakat.
“Kehadiran CV Arkilo Jaya Mandiri membuka peluang usaha mandiri yang tidak hanya menambah penghasilan warga, tetapi juga mempercepat pembangunan gereja. Jika harga arang meningkat, kami menerimanya dengan lapang dada demi kemajuan desa,” ujarnya.
Potensi Ekspor dan Daya Saing Global
Pemilik CV Arkilo Jaya Mandiri, Bram Sarwuna, menegaskan bahwa arang batok kelapa memiliki nilai strategis sebagai salah satu komoditas unggulan daerah yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Menurutnya, tren permintaan ekspor arang batok kelapa terus meningkat, khususnya dari negara-negara di Asia, Eropa, dan Timur Tengah yang memanfaatkan produk ini untuk industri kuliner, kesehatan, dan energi ramah lingkungan.
“Kami berharap pemerintah daerah turut mendorong peningkatan kapasitas SDM agar masyarakat memahami potensi besar arang batok kelapa. Komoditas ini memiliki prospek cerah untuk pasar domestik maupun ekspor, berdampingan dengan kelapa/kopra, rumput laut, dan komoditas perikanan lainnya,” jelas Bram.
Bram menambahkan, pengelolaan berkelanjutan sangat penting agar usaha ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami ingin usaha ini memberi dampak ganda: kesejahteraan ekonomi dan kesadaran lingkungan di masyarakat,” imbuhnya.


