Jakarta, MAHATVA.ID – Transformasi sektor pertanian Indonesia dari negara agraris menjadi pusat inovasi global mendapat pengakuan tertinggi di panggung dunia. Pada Rabu (15/10/2025) lalu, Indonesia secara resmi menerima rekognisi dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) di Roma, Italia, atas kontribusinya dalam memperkuat ketahanan pangan global.

Penghargaan ini menjadi penegas keberhasilan strategi jangka panjang pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan kerja lapangan masif yang digerakkan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, yang kini membawa Indonesia berada di ambang swasembada beras.

Dalam acara Global Technical Recognition Ceremony di Kantor Pusat FAO, Indonesia menjadi salah satu dari 18 penerima rekognisi atas kontribusi Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST). Penghargaan ini menyoroti peran strategis Indonesia sebagai penyedia solusi, teknologi, dan inovasi bagi negara-negara berkembang lainnya.

Plt. Sekretaris Jenderal Kementan, Ali Jamil, menyatakan bahwa pengakuan ini adalah simbol penting. “Penghargaan ini merupakan pengakuan dunia atas peran strategis Indonesia. Kita telah bertransformasi dari penerima menjadi penyedia teknologi, tenaga ahli, dan inovasi pertanian global,” ungkapnya.

Dua penghargaan utama yang diterima adalah:

  1. Country-Level Recognition: Mengapresiasi peran Indonesia dalam transformasi pertanian global melalui program KSST yang telah menjangkau 74 negara.

    Institutional-Level Recognition: Diberikan kepada Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang, sebagai Centre of Excellence dalam reproduksi ternak.

    Pengakuan internasional ini berjalan seiring dengan pencapaian luar biasa di dalam negeri. Di bawah kepemimpinan Mentan Amran Sulaiman, Kementan berhasil melakukan lompatan produksi beras tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

    Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras nasional mencapai 33,19 juta ton pada Januari-November 2025, naik signifikan 12,62 persen dari tahun 2024. Bahkan, lembaga dunia seperti Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) dan FAO memprediksi produksi Indonesia mampu menyentuh 34,6 hingga 35,6 juta ton.

Halaman:
M
Penulis: Mahatva.id