MAHATVA.ID — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa ia akan mencabut sanksi AS terhadap Suriah, yang sebelumnya disebut sebagai “brutal dan melumpuhkan”. Keputusan ini diambil setelah konsultasi dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, serta sejumlah pemimpin regional lainnya.

Dalam pidatonya di sebuah forum investasi di Riyadh, Trump menyatakan bahwa pencabutan sanksi ini bertujuan untuk memberi kesempatan baru bagi Suriah untuk bangkit dan memainkan peran positif di kawasan Timur Tengah.

“Setelah berdiskusi dengan putra mahkota dan Presiden Erdogan dari Turki, serta para sahabat saya di Timur Tengah, saya akan memerintahkan penghentian sanksi terhadap Suriah,” ujar Trump. 

“Sekarang adalah saatnya bagi mereka untuk bersinar. Kami akan menyingkirkan mereka semua.”

Trump juga menyebutkan bahwa Suriah berpeluang menunjukkan reformasi positif, sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir.

Dukungan Barat Terhadap Normalisasi Hubungan dengan Suriah

Pengumuman Trump datang hanya sehari setelah ia mengonfirmasi bahwa dirinya tengah mempertimbangkan untuk mencabut sanksi terhadap Suriah. 

Langkah ini mencerminkan tren terbaru di antara para pemimpin Barat yang mulai membuka peluang normalisasi hubungan dengan Damaskus pasca tergulingnya pemerintahan Bashar al-Assad.

Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menyatakan bahwa Uni Eropa akan mencabut sanksi secara bertahap, saat ia menjamu Presiden Suriah yang baru, Ahmed al-Sharaa, di Paris pekan lalu.