Bogor, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) kembali menggelar Gelar Inovasi Daerah (GID) 2025 di Kantor Bappedalitbang, Kamis (11/12/2025). Memasuki tahun ke-10, GID kian mengukuhkan diri sebagai etalase tahunan inovasi dari berbagai sektor pembangunan daerah.

Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Inovasi sebagai Pintu Gerbang Menuju Kabupaten Bogor Istimewa dan Gemilang”, yang menegaskan semangat pemerintah daerah dalam memperkuat daya saing melalui kreativitas dan pembaruan berkelanjutan.

Ketua Panitia GID 2025, Bambam Setia Aji, dalam laporannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini mencatat rekor 224 inovasi yang terjaring dari perangkat daerah, puskesmas, pelajar, mahasiswa, perguruan tinggi, peneliti, hingga masyarakat umum.

Selain enam kategori utama, GID 2025 untuk pertama kalinya menghadirkan Pemilihan Duta Inovasi Desa, yang diikuti 15 inovasi mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Rangkaian seleksi berlangsung sejak Mei hingga Oktober, meliputi pendaftaran, seleksi administrasi, presentasi, dan fact finding oleh tim penilai dari unsur pemerintah, akademisi, dan dunia usaha. Dari ratusan inovasi yang masuk, sejumlah karya terpilih sebagai inovasi terbaik dan menerima penghargaan pada acara puncak.

Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh inovator yang dinilai telah menghadirkan solusi nyata bagi pelayanan publik dan peningkatan kualitas pembangunan daerah.

Ia menegaskan bahwa inovasi harus dimaknai sebagai keberanian untuk berubah serta kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

“Kabupaten Bogor tidak bisa lagi bertumpu pada pola lama. Kita membutuhkan cara-cara baru yang lebih cepat, tepat, dan berdampak. Kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh besar anggaran, melainkan kecerdasan dalam mengelolanya,” ujar Rudy.

Rudy menambahkan bahwa penghargaan GID bukanlah titik akhir, melainkan awal dari proses pengembangan dan replikasi inovasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Menurutnya, inovasi yang ideal adalah yang mampu memperkuat pelayanan publik, mendorong ekonomi lokal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperbaiki tata kelola pemerintahan agar lebih transparan dan adaptif.