Jakarta, MAHATVA.ID — Dalam rangka memperingati Hari Braille Internasional, novel Kamarina Rindu Cinta karya Firliana Purwanti resmi diluncurkan dalam format audio digital Digital Accessible Information System (DAISY) dan E-PUB, sehingga dapat diakses oleh pembaca tunanetra.
Peluncuran tersebut digelar di Yayasan Mitra Netra, Jakarta, pada 14 Januari 2026, dan dirangkaikan dengan diskusi mengenai pentingnya akses literasi yang inklusif dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
Acara ini menghadirkan Dina Lorenza, pekerja seni sekaligus Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Aria Indrawati selaku Humas Yayasan Mitra Netra, serta dimoderatori oleh Hadianti Ramadhani, digital content creator dan penulis tunanetra.
Literasi Aksesibel adalah Hak Konstitusional
Dalam diskusi tersebut, Dina Lorenza menegaskan bahwa pemenuhan akses literasi bagi penyandang disabilitas merupakan amanat konstitusi.
“Literasi adalah hak semua warga negara. Peluncuran buku dalam format aksesibel seperti DAISY dan E-PUB ini sejalan dengan semangat UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menjamin hak untuk berpartisipasi penuh dalam kehidupan budaya dan sastra,” ujar Dina Lorenza.
Kolaborasi Jadi Kunci Literasi Inklusif
Sementara itu, Aria Indrawati menyoroti masih minimnya karya sastra populer yang tersedia dalam format ramah disabilitas.
“Jumlah karya sastra populer dalam format aksesibel masih sangat terbatas. Inisiatif ini membuktikan bahwa inklusivitas tidaklah rumit, asalkan ada kemauan dan kesadaran sejak awal proses penerbitan,” katanya.




