Jakarta, MAHATVA.ID — Keberhasilan Indonesia dalam menurunkan tarif impor produk ke Amerika Serikat dari 32% menjadi 19% dinilai sebagai pencapaian strategis dalam diplomasi ekonomi. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Sirod, Fungsionaris KADIN Indonesia sekaligus Ketua Umum HIPPI Jakarta Timur, yang menekankan bahwa capaian ini bukan sekadar angka, melainkan simbol kebangkitan posisi Indonesia dalam peta perdagangan global.

“Ini adalah kemenangan diplomasi yang menunjukkan Indonesia mampu memainkan peran strategis dalam rantai pasok global yang makin dinamis,” ujar Sirod dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/7/2025).

Surplus Perdagangan Stabil, Bukti Ketangguhan Ekspor RI

Sejak lebih dari satu dekade terakhir, Indonesia mencatat surplus perdagangan stabil dengan Amerika Serikat. Pada 2023, ekspor non-migas Indonesia ke AS mencapai hampir US\$28 miliar, sementara impornya hanya sekitar US\$11 miliar, menghasilkan surplus sebesar US\$17 miliar. Surplus ini mencerminkan kepercayaan pasar AS terhadap kualitas produk Indonesia seperti tekstil, furnitur, dan makanan olahan.

Sirod menambahkan bahwa penurunan tarif ini memberikan keunggulan kompetitif Indonesia dibanding negara tetangga seperti Malaysia (25%), Thailand (36%), Vietnam (20%), dan Laos (40%).

Transfer Teknologi Jadi Peluang Strategis

Selain peningkatan ekspor, Sirod menyoroti pentingnya transfer teknologi yang menyertai arus perdagangan dan investasi. Dalam tiga tahun terakhir, investasi langsung AS di Indonesia tercatat lebih dari US\$2,3 miliar, terutama di sektor manufaktur berteknologi tinggi, energi, dan infrastruktur.

“Impor mesin industri dari AS bukan sekadar pembelian alat, tapi juga momentum untuk membawa masuk pengetahuan dan teknologi modern, terutama di sektor otomotif, kimia, dan elektronika,” jelasnya.

Beberapa kawasan industri seperti Karawang dan Cikarang kini memanfaatkan robotik, otomasi industri, dan pelatihan tenaga kerja sebagai bagian dari kerja sama industrial offset, yang mewajibkan perusahaan AS membangun pusat pelatihan di Indonesia.