MAHATVA.ID – Kabupaten Bogor mencatatkan penurunan signifikan dalam angka stunting di tahun 2024. Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, prevalensi stunting turun menjadi 1,91 persen, berkat keberhasilan program Gotasmil yang berlangsung dari Agustus hingga Oktober 2024.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Agus Fauzi, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bogor untuk meningkatkan mutu gizi masyarakat melalui berbagai intervensi.

"Pemenuhan gizi merupakan amanat Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023. Kami berfokus pada perbaikan pola konsumsi makanan, peningkatan akses pelayanan gizi, serta kewaspadaan terhadap kerawanan pangan," jelasnya dalam acara publikasi status gizi balita di Sentul, Babakan Madang.

Agus menambahkan bahwa pengukuran dan publikasi status gizi balita dilakukan secara berkala dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. Data yang diperoleh digunakan untuk memperkuat program percepatan penurunan stunting, termasuk melalui pengembangan kegiatan yang meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tumbuh kembang anak.

“Melalui pengukuran ini, kami dapat memantau tumbuh kembang anak secara berkelanjutan serta merancang program yang sesuai untuk menurunkan angka stunting. Data ini juga menjadi dasar advokasi kepada pemerintah daerah agar mengintegrasikan program percepatan penurunan stunting,” tambahnya.

Program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bogor terintegrasi dalam delapan langkah utama, di antaranya pengukuran stunting, optimalisasi peran kader pembangunan manusia di desa, serta pemanfaatan Dana Desa untuk pelayanan kesehatan, pengurangan gizi buruk, dan perbaikan sanitasi.

“Optimalisasi peran kader ini sangat penting, terutama untuk memastikan cakupan lima paket layanan pencegahan stunting bagi 1.000 hari pertama kehidupan. Hal ini membantu menentukan langkah perbaikan yang lebih efektif di masa depan,” kata Agus.

Ia juga mengapresiasi kontribusi seluruh perangkat daerah dan elemen masyarakat dalam mendukung program Bogor Bebas Stunting (Gobest).

“Kerja sama ini adalah kunci untuk memastikan Kabupaten Bogor terus menjadi daerah dengan angka stunting rendah, sekaligus meningkatkan kualitas hidup generasi penerus,” pungkasnya.