Bogor, MAHATVA.ID — Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan spesifik ke PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, yang berlokasi di Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, pada Senin (14/07/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari pengawasan DPR terhadap industri strategis nasional, khususnya sektor semen dan material konstruksi.

Salah satu agenda utama kunjungan tersebut adalah melakukan pengecekan langsung ke anak perusahaan produsen semen yang beroperasi di bawah naungan PT Semen Indonesia Persero (SIG) Tbk. 

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, dalam sambutannya menyampaikan bahwa industri semen merupakan tulang punggung pembangunan nasional, namun saat ini menghadapi tantangan besar berupa over kapasitas produksi.

“Industri semen di dalam negeri saat ini mengalami over kapasitas, over produksi. Kalau kekurangan itu biasa, tapi kalau berlebih itu jadi masalah. Kita perlu mendengar langsung penjelasan dari PT SBI terkait kondisi ini,” ujar Saleh. 

Menjawab tantangan tersebut, Direktur Utama PT Semen Indonesia Persero (SIG), Indrieffouny Indra, menyampaikan bahwa saat ini industri semen nasional mengalami ketidakseimbangan serius antara supply dan demand.

“Saat ini supply semen nasional mencapai 121,6 juta ton per tahun, sementara demand hanya 69 juta ton. Maka dari itu, kami membuka peluang ekspor dan mendorong pemerintah agar dalam proyek pembangunan tidak perlu membangun pabrik baru,” jelas Indrieffouny.

PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) merupakan bagian dari SIG yang memproduksi Semen Dynamix, salah satu produk unggulan untuk kebutuhan proyek infrastruktur nasional. SIG juga membawahi sejumlah merek dagang besar seperti Semen Gresik, Semen Tonasa, Semen Padang, dan Semen Baturaja.


Kunjungan ini menegaskan bahwa sektor industri semen tidak hanya perlu penguatan kapasitas produksi, tapi juga strategi penyerapan hasil produksi, baik melalui ekspansi pasar ekspor maupun optimalisasi proyek dalam negeri.