MAHATVA.ID – Sebuah kasus pembunuhan yang menggegerkan publik di Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, membuka fakta mengejutkan. Kos-kosan Si Nelayan, tempat kejadian perkara (TKP), ternyata kerap dijadikan lokasi transaksi prostitusi online melalui aplikasi Michat.
Hal ini diungkapkan oleh IC, seorang pelanggan yang sering mengunjungi tempat tersebut. Menurutnya, kosan ini memang terkenal sebagai lokasi prostitusi.
"Ini memang kosan yang dijadikan tempat transaksi prostitusi online melalui aplikasi Michat," ungkap IC saat ditemui.
IC juga mengungkapkan bahwa tarif layanan di tempat tersebut bervariasi, mulai dari Rp300 ribu hingga Rp500 ribu. Namun, selain prostitusi, ia juga menyoroti kasus kehilangan motor yang sering terjadi di area itu.
"Harga wanita di sini bervariasi, mulai dari Rp300 ribu sampai Rp500 ribu. Tapi di sini juga sering terjadi kehilangan motor," sambungnya.
Lebih lanjut, IC menjelaskan bahwa lokasi kosan ini dianggap aman oleh para pengunjung dan penghuni karena letaknya yang tersembunyi meskipun berada di area strategis.
"Di sini aman dari penggerebekan. Mungkin karena lokasinya yang tersembunyi," tambahnya.
Fakta ini semakin menambah sorotan terhadap kos-kosan Si Nelayan setelah terjadinya kasus pembunuhan terhadap seorang wanita pekerja seks komersial (PSK) yang ditemukan tewas dengan luka gorok di leher pada Senin (2/12/2024) dini hari.
Saat ini, polisi telah menangkap pelaku pembunuhan berinisial A (19) di wilayah Klapanunggal. Pihak kepolisian masih mendalami kasus ini, termasuk kaitannya dengan dugaan aktivitas ilegal yang terjadi di lokasi tersebut.




