MAHATVA.ID -Bantuan yang seharusnya berlayar membawa harapan ke Desa Sofyanin kini justru terombang-ambing dalam badai kepercayaan.

Peristiwa yang terjadi Minggu (1/2/2026) di atas lombot bantuan memunculkan kegelisahan serius. Sekretaris DPC Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Petrus Livurngorvaan, dilaporkan kehilangan telepon seluler, sementara dompet yang sebelumnya disimpan bersama barang tersebut ditemukan sudah berada di laut.

Kejadian ini bukan sekadar insiden kehilangan barang. Di mata keluarga korban, ini menjadi simbol runtuhnya rasa aman di tengah misi sosial.

Menurut keterangan keluarga, ponsel dan dompet awalnya diletakkan di dalam tas kerabat. Namun setelah proses pemuatan perlengkapan bantuan ke bodi lombot selesai, situasi berubah mengejutkan. Dompet disebut telah ditemukan dalam kondisi tercebur ke laut, sementara ponsel tidak lagi ada.

Yang menambah lapisan keganjilan, informasi tentang keberadaan dompet pertama kali diketahui dari pihak yang berada dalam lingkup kelompok penerima bantuan. Fakta inilah yang memicu pertanyaan besar, walau keluarga menegaskan tidak menuduh siapa pun secara langsung.