Bogor, MAHATVA.ID – Sejumlah perusahaan di wilayah Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, dilaporkan mengalami krisis hingga berujung pada pengurangan produksi, PHK, bahkan ancaman kebangkrutan. Kondisi ini mendapat sorotan dari Divisi Bidang Hukum Partai Buruh, Mujimin, yang menilai pemerintah daerah perlu segera turun tangan.
Salah satu perusahaan yang terdampak adalah PT Busana Prima Global (BPG), pabrik garment yang berlokasi di Desa Cicadas. Menurut informasi yang diterima Partai Buruh, perusahaan tersebut berencana melakukan relokasi.
“BPG mau relokasi, kita sudah mendapatkan kabar dari salah satu pekerjanya. Namun belum ada informasi resmi terkait hal itu,” ungkap Mujimin kepada MAHATVA.ID, Rabu (20/8/2025).
Selain BPG, perusahaan PT Parisindo Pratama juga mengalami penurunan produksi akibat pembatasan suplai gas. Beberapa pekerja bahkan terpaksa dirumahkan tanpa menerima upah.
Tidak hanya itu, perusahaan manufaktur besar PT Megasari Makmur juga terdampak. Menurut Mujimin, perusahaan tersebut harus mengurangi jumlah pekerjanya hingga 200 orang karena keterbatasan pasokan gas.
“PT Megasari Makmur pun melakukan pengurangan jumlah pekerja sebanyak 200 orang, lantaran suplai gasnya terbatas,” jelasnya.
Desakan kepada Pemkab Bogor
Mujimin menegaskan, situasi ini harus segera direspons oleh Pemerintah Kabupaten Bogor agar tidak semakin memperburuk iklim investasi.
“Kami berharap Pemkab Bogor melakukan tindakan nyata untuk menghindari kaburnya para investor dari wilayah Bogor, salah satunya terkait masalah gas,” ujarnya.




