Bogor, MAHATVA.ID – Kunjungan Wakil Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Dalam Negeri ke Puskesmas Cimandala menjadi momentum penting bagi jajaran tenaga kesehatan dalam memperkuat program eliminasi tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk menekan angka kasus TBC yang dalam beberapa tahun terakhir masih menunjukkan tren peningkatan. Kolaborasi lintas sektor dinilai mutlak diperlukan agar pengobatan TBC dapat dijalankan secara menyeluruh dan tuntas hingga pasien benar-benar sembuh.
Kepala Puskesmas Cimandala, , menjelaskan bahwa pemerintah telah menyediakan berbagai langkah strategis dalam penanganan TBC.
“Pengobatan TBC diberikan secara gratis, disertai pemeriksaan dini melalui skrining dan Tes Cepat Molekuler (TCM), serta pelacakan kontak erat penderita,” ujar Dr. Legani.
Ia mengungkapkan, Puskesmas Cimandala sebelumnya menargetkan wilayah kerjanya bebas TBC pada 2023. Namun, realitas di lapangan menunjukkan jumlah kasus masih bertambah, sehingga penguatan program terus dilakukan secara berkelanjutan.
Saat ini, tercatat sekitar 160 orang berstatus suspek TBC, sementara 25 pasien telah dinyatakan positif dan sedang menjalani pengobatan. Petugas kesehatan secara aktif melakukan skrining kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang mengalami keluhan batuk berkepanjangan atau memiliki riwayat kontak dengan penderita TBC.
Pemeriksaan lanjutan menggunakan metode Tes Cepat Molekuler (TCM) dilakukan bagi warga yang bergejala. Jika hasilnya positif, pasien langsung mendapatkan pengobatan. Sementara itu, anggota keluarga atau kontak erat pasien turut diperiksa untuk mencegah penularan lanjutan.
“Bagi yang bergejala dilakukan pemeriksaan TCM, sedangkan yang tidak bergejala akan diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) sebagai langkah proteksi,” tambahnya.
Kunjungan Wakil Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Dalam Negeri ini diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam penanggulangan TBC, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjalani pengobatan hingga tuntas. Dengan demikian, rantai penularan dapat ditekan dan target eliminasi TBC di masa mendatang dapat tercapai.



