Saumlaki, MAHATVA.ID -Setahun sudah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) berjalan. Namun alih-alih memanen hasil kerja dan terobosan kebijakan, yang mencuat ke ruang publik justru perdebatan, klarifikasi opini, dan pernyataan yang dinilai menyombongkan kekayaan pribadi, Rabu (25/2/2026)

Ketua KNPI Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Alex Belay, melontarkan kritik keras. Ia menilai gaya komunikasi dan sikap kepala daerah saat ini mencerminkan kegelisahan politik, bukan ketenangan seorang pemimpin yang fokus bekerja.

Menurutnya, publik Tanimbar tidak membutuhkan pembelaan diri atau narasi pembenaran. Yang ditunggu rakyat adalah bukti: janji visi-misi yang terealisasi, tata kelola pemerintahan yang membaik, serta kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

KNPI KKT berpendapat bahwa kritik yang disampaikan aktivis dan masyarakat adalah bentuk kontrol sosial, bukan persoalan pribadi. Membawa materi persidangan atau urusan personal ke hadapan publik, menurut mereka, adalah langkah keliru yang justru mengaburkan substansi persoalan.

“Mengklarifikasi materi persidangan kepada rakyat menunjukkan kepanikan. Masyarakat menanti hasil kerja, bukan klarifikasi opini atau tudingan bahwa pengkritik belum move on,” tegas Alex Belay.

KNPI bahkan membalikkan tudingan tersebut. Mereka menilai justru kepala daerah yang belum sepenuhnya keluar dari euforia politik Pilkada. Padahal, kontestasi telah selesai dan mandat rakyat kini menuntut stabilitas, kematangan, serta keberanian mengambil keputusan strategis.

Tantangan Terbuka: Bedah 5 Isu Krusial di Hadapan Publik

Menanggapi tuduhan bahwa kritik yang dilontarkan hanyalah fitnah, KNPI KKT secara terbuka menantang Bupati dan Wakil Bupati untuk membuka ruang diskusi publik bersama aktivis dan jurnalis.

Mereka mendesak agar lima isu krusial dibedah secara transparan: