MAHATVA.ID — Langit malam Indonesia akan menyajikan pertunjukan langka dan menakjubkan pada Rabu, 30 Juli 2025, saat dua hujan meteor besar, Delta Aquariid Selatan dan Alpha Capricornid, mencapai puncaknya secara bersamaan. Fenomena ini dapat diamati secara langsung dengan mata telanjang dari berbagai wilayah di Indonesia.
Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), momen puncak hujan meteor akan terjadi mulai pukul 22.00 WIB hingga menjelang fajar. Pengamatan paling ideal bisa dilakukan dari lokasi dengan langit cerah, bebas awan, dan minim polusi cahaya, seperti perbukitan, pedesaan, atau kawasan pesisir.
Delta Aquariid Selatan dan Alpha Capricornid: Kombinasi Langka Langit Malam
Fenomena hujan meteor Delta Aquariid Selatan, yang berasal dari sisa debu komet 96P/Machholz, dikenal dengan kecepatan dan intensitasnya. Pada puncaknya, fenomena ini bisa menghasilkan hingga 20 meteor per jam, dengan kilatan cahaya panjang yang melintasi langit dari arah rasi bintang Aquarius di tenggara.
Sementara itu, Alpha Capricornid, meski hanya menampilkan sekitar 5 meteor per jam, memiliki keunikan berupa kilau terang dan fireball (bola api) yang sesekali muncul secara mencolok. Meteor ini berasal dari komet 169P/NEAT, dan bergerak lebih lambat, sekitar 23 km/detik, menjadikannya favorit di kalangan komunitas astrofotografi.
Fase Bulan Ideal, Waktu Terbaik Menyaksikan Hujan Meteor
Tahun ini, fase bulan sabit akhir akan mendukung visibilitas fenomena langit ini. Cahaya bulan yang minim menciptakan kondisi pengamatan optimal — menjadikan 30 Juli 2025 sebagai malam terbaik untuk menyaksikan hujan meteor.
Para pengamat disarankan untuk menunggu 20–30 menit agar mata terbiasa dengan gelap sebelum meteor mulai terlihat jelas.




