Bogor, MAHATVA.ID – Lapas Kelas IIA Cibinong mengajak 10 peserta Magang HUB untuk mengenal lebih dekat berbagai program pembinaan dan layanan pemasyarakatan melalui kegiatan kunjungan keliling lapas, Kamis (4/12/2025). Program ini memberikan pemahaman nyata mengenai proses pembinaan, pelatihan kemandirian, dan operasional layanan yang diterapkan kepada warga binaan.

Kegiatan dimulai dari Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), tempat para peserta melihat langsung kegiatan pertanian dan peternakan yang dikelola warga binaan. Mereka diperkenalkan pada proses budidaya dan pemanfaatan program berbasis kemandirian sebagai bagian dari pembinaan produktif.

Perjalanan berlanjut ke Balai Latihan Kerja (BLK), di mana peserta menyaksikan proses pembuatan roti di Unit Produksi Prabudana, mulai dari pengolahan adonan hingga produk siap dipasarkan. Selanjutnya, rombongan mengunjungi Klinik Lapas Cibinong untuk mempelajari standar layanan kesehatan dan pemeriksaan medis yang diberikan kepada warga binaan.

Peserta juga diarahkan ke Dapur Sahabat, fasilitas dapur yang telah memenuhi standar laik hygiene. Kunjungan ditutup dengan sesi edukasi mengenai pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot, sebagai solusi ramah lingkungan bernilai ekonomi.

Kepala Lapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta magang.

“Harapannya, kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai bagaimana lapas berupaya membangun kemandirian dan karakter warga binaan melalui berbagai program pembinaan,” ujarnya.

Salah satu peserta magang, Fasya, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan ini.

“Saya baru pertama kali masuk lapas dan ternyata banyak hal positif yang tidak pernah saya bayangkan. Program maggot dan pembuatan roti Prabudana sangat inspiratif,” ungkapnya.

Melalui kunjungan ini, peserta magang diharapkan memahami lebih dalam bagaimana sistem pemasyarakatan berjalan serta bagaimana Lapas Cibinong membangun pembinaan yang produktif, modern, dan berorientasi pada perubahan positif bagi warga binaan.