Bogor, MAHATVA.ID — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui pemberian premi bagi mereka yang aktif dan produktif. Kegiatan berlangsung di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Lapas Cibinong, Jumat (13/2/2026).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Cibinong, Wisnu Hani Putranto, didampingi para pejabat struktural. Kegiatan diawali dengan laporan Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Tunggadewi Ratu Wardhani, yang memaparkan perkembangan program pembinaan kemandirian serta capaian hasil produksi Warga Binaan dari berbagai bidang pelatihan.

Dalam laporannya, Ratu menjelaskan bahwa premi yang diberikan merupakan hasil kerja Warga Binaan selama periode Januari 2026. Premi tersebut menjadi bentuk penghargaan sekaligus pemicu semangat dalam mengikuti program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas Cibinong.

“Premi ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan kerja keras Warga Binaan. Harapannya, ini dapat menjadi motivasi agar mereka terus mengasah keterampilan dan tetap produktif,” jelas Ratu.

Ia juga menambahkan bahwa premi akan diberikan secara rutin setiap bulan dan disimpan dalam buku tabungan masing-masing Warga Binaan pekerja, sebagai bagian dari pembinaan pengelolaan keuangan secara bertanggung jawab.

Penyerahan premi dilakukan secara simbolis oleh Kalapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, kepada perwakilan Warga Binaan berprestasi. Momen tersebut menjadi bentuk penghargaan atas konsistensi, disiplin, dan semangat mereka dalam mengikuti seluruh rangkaian pembinaan.

Dalam sambutannya, Kalapas Cibinong menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi kreatif dari balik jeruji merupakan ruang bagi Warga Binaan untuk terus berkarya meski dalam keterbatasan. Setiap hasil karya, menurutnya, menjadi simbol nyata proses pemulihan martabat.

“Kami ingin menanamkan nilai bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan mendapatkan penghargaan. Ini adalah bekal penting dalam membangun rasa tanggung jawab dan kesiapan Warga Binaan saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Wisnu.

Salah satu Warga Binaan penerima premi berinisial AR mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut menjadi penyemangat untuk terus memperbaiki diri.