JAKARTA, MAHATVA.ID – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, turut berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Sosialisasi Pedoman Strategi Branding Pemasyarakatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) di Graha Bhakti Pemasyarakatan, Rabu (12/11/2025).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis Ditjenpas dalam memperkuat citra positif Pemasyarakatan sekaligus menetapkan 17 Unit Pelaksana Teknis (UPT) sebagai pilot project implementasi pedoman branding di lingkungan Pemasyarakatan.
Kalapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menyampaikan dukungannya terhadap upaya Ditjenpas dalam membangun citra Pemasyarakatan yang modern, humanis, dan terpercaya.
“Kami di Lapas Cibinong sangat mendukung langkah Ditjenpas dalam memperkuat strategi branding Pemasyarakatan. Kegiatan ini memberikan panduan konkret bagi kami dalam mengelola komunikasi publik yang positif, transparan, dan berdampak,” ujar Wisnu.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menekankan pentingnya branding sebagai wujud penguatan nilai dan marwah Pemasyarakatan.
“Melalui strategi branding, kita ingin mengangkat lebih tinggi marwah Pemasyarakatan. Tugas kita bukan hanya menjaga dan membina, tetapi juga membentuk kembali nilai kemanusiaan serta menyiapkan Warga Binaan menjadi pribadi yang produktif dan berdaya guna,” tegasnya.
Kegiatan FGD dan sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber praktisi komunikasi, Aiman Wicaksono dan Chaca Anissa, yang membahas strategi komunikasi efektif di era digital. Keduanya menyoroti pentingnya kemampuan adaptasi dalam menyampaikan pesan kebijakan agar relevan dan mudah dipahami publik melalui berbagai kanal media, termasuk media sosial.
Melalui kegiatan ini, Ditjenpas berharap tercipta sinergi antar-UPT dalam memperkuat citra positif Pemasyarakatan sebagai lembaga yang humanis, profesional, dan berkontribusi nyata bagi bangsa.




