BANDUNG, MAHATVA.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong berhasil meraih Penghargaan Kategori Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dapur Sehat Terbaik se-Jawa Barat dalam rangkaian Refleksi Akhir Tahun 2025 Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat, yang digelar di Aula Pandawa, LPKA Bandung, Selasa (30/12/2025).
Penghargaan prestisius tersebut diserahkan langsung oleh Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi Birokrasi, Ida Asep Somara, didampingi Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Kusnali, kepada Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Lapas Cibinong dalam meningkatkan kualitas layanan dapur, khususnya dalam pemenuhan hak dasar warga binaan terhadap makanan yang sehat, layak, dan bergizi.
Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah aspek penting, di antaranya kebersihan dapur, pemenuhan standar gizi, kualitas makanan, serta penerapan standar kesehatan dan keamanan pangan sesuai kebutuhan warga binaan. Lapas Cibinong dinilai unggul karena konsisten menerapkan prosedur kebersihan, menyajikan menu sehat dan seimbang, serta mengelola dapur dengan perhatian tinggi terhadap kesehatan dan keselamatan.
Kalapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas penghargaan yang diraih.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, khususnya dalam memenuhi hak dasar warga binaan di bidang makanan yang sehat dan layak,” ujar Wisnu.
Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Kusnali, memberikan apresiasi tinggi atas capaian Lapas Cibinong yang dinilai mampu menjadi contoh bagi UPT pemasyarakatan lainnya.
“Lapas Cibinong telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam memastikan kesehatan dan kesejahteraan warga binaan. Prestasi ini diharapkan menjadi role model bagi seluruh Lapas di Jawa Barat dalam mengelola layanan dapur yang berkualitas,” katanya.
Prestasi ini menegaskan bahwa Lapas Kelas IIA Cibinong tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga serius memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan warga binaan, salah satunya melalui pengelolaan dapur sehat yang profesional dan berkelanjutan.




