Jakarta, MAHATVA.ID — Peresmian pabrik petrokimia milik Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten, menjadi tonggak penting bagi penguatan struktur industri nasional, khususnya dalam mendukung sektor pertanian modern. Fasilitas senilai 4 miliar dolar AS ini memiliki kapasitas produksi lebih dari 2,4 juta ton per tahun, mencakup berbagai produk petrokimia utama seperti ethylene, propylene, polypropylene, butadiene, serta benzene-toluene-xylene (BTX).
Produk-produk tersebut menjadi bahan dasar bagi industri plastik, pupuk cair, alat mekanisasi, hingga kemasan pertanian yang selama ini masih bergantung pada impor. Dengan beroperasinya pabrik tersebut, Indonesia mulai memasuki fase baru kemandirian bahan baku industri dan pertanian.
Momentum Integrasi Industri Hulu dan Pertanian
Wakil Sekretaris Jenderal Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) sekaligus Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Bina Indonesia (ASPEBINDO), Muhammad Sirod, menilai kehadiran pabrik Lotte Chemical di Cilegon merupakan langkah strategis dalam memperkuat integrasi antara industri petrokimia dan pertanian nasional.
“Selama ini sektor pertanian banyak bergantung pada bahan impor, terutama plastik pertanian, wadah pupuk, dan komponen irigasi. Dengan hadirnya pabrik ini, rantai pasok bahan baku dapat dipenuhi dari dalam negeri. Ini bukan hanya efisiensi industri, tetapi juga bagian dari ketahanan pangan nasional,” ujar Muhammad Sirod, di Jakarta, Kamis (6/11).
Menurut Sirod, kapasitas produksi 1 juta ton ethylene dan 520 ribu ton propylene per tahun dari pabrik tersebut akan menopang industri pengolahan plastik teknis untuk pertanian dan hortikultura. Polypropylene, lanjutnya, menjadi komponen penting untuk pembuatan wadah pertanian, kemasan pupuk, serta perlengkapan pasca-panen.
“Ketika bahan baku tersedia di dalam negeri, biaya logistik dan produksi bisa turun hingga 20 persen. Ini dampak nyata bagi efisiensi sektor pertanian dan peningkatan daya saing produk lokal,” tambahnya.
Dorong Hilirisasi dan Substitusi Impor
Kehadiran produk turunan seperti butadiene dan BTX juga membuka peluang bagi pengembangan industri karet sintetis dan resin pelapis yang digunakan untuk selang irigasi, ban traktor kecil, dan alat pertanian lainnya. Selama ini bahan tersebut diimpor dengan harga tinggi dan proses distribusi panjang.


