Bogor, MAHATVA.ID – Penangkapan tiga pelaku pengoplosan gas LPG oleh Polsek Cileungsi, Polres Bogor, menuai apresiasi sekaligus kritik tajam dari LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI). Meski mendukung langkah tegas aparat, KCBI menilai penegakan hukum masih belum menyentuh aktor besar di balik jaringan bisnis gas oplosan yang merugikan negara.

Ketua LSM KCBI, AM Sandi Bonardo, menilai ketiga pelaku berinisial R, A, dan J yang ditangkap polisi hanyalah pemain baru berskala kecil. Menurutnya, ada pemain besar yang selama ini menguasai wilayah peredaran gas oplosan, namun tak pernah tersentuh hukum.

“Kita apresiasi penangkapan ini karena jelas merugikan negara dan masyarakat. Tapi sangat disayangkan, yang ditangkap hanya pemain kecil. Masyarakat menduga mereka ini ditumbalkan untuk melindungi pemain besar,” ujar Sandi kepada wartawan, Jumat (17/10/2025).

KCBI menilai praktik pengoplosan gas bersubsidi sudah berjalan lama dan dilakukan secara sistematis. Namun, hingga kini aparat dinilai hanya menindak pelaku tanpa ‘koordinasi’, bukan dalang utama.

“Ini pertanyaan publik: kenapa pemain besar tidak pernah ditangkap? Ada apa? Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” tegasnya.

“Kami minta pemain besar yang menguasai jaringan dan wilayah ini segera ditangkap, bukan hanya mereka yang tidak koordinasi saja,” tambahnya.

Sebelumnya, Polsek Cileungsi berhasil membongkar praktik pengoplosan gas LPG 3 kg di sebuah rumah kontrakan di Kampung Cibeureum, Cileungsi Kidul. Pada penggerebekan kedua, polisi mengamankan tiga pelaku saat sedang memindahkan isi tabung LPG subsidi ke tabung 12 kg.

“Kami amankan 160 tabung gas 3 kg, 74 tabung gas 12 kg, 41 alat suntik, 1 timbangan elektrik, dan 4 handy talky,” ungkap Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison.

Menurut Edison, rumah kontrakan tersebut dijadikan tempat operasi. Gas hasil oplosan dijual ke wilayah Bekasi, Jakarta Utara, dan Depok. Pelaku utama berinisial R berperan sebagai pemodal dan pengirim, sementara A dan J bertugas sebagai pengoplos atau “dokter gas”.