JAKARTA, MAHATVA.ID — Kenaikan harga minyak mentah dunia yang menembus US$113,68 per barel hingga saat ini dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi di dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai meninjau aktivitas perdagangan di Pasar Tanah Abang, Senin (9/3/2026).

“Saya belum melihat gangguan dari aktivitas ekonomi dalam negeri gara-gara harga yang naik tinggi. Tapi kan baru sebentar,” kata Purbaya.

Pemerintah Masih Memantau Pergerakan Harga

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah belum bisa menyimpulkan harga minyak mentah dunia akan terus melonjak dalam jangka panjang hingga berdampak pada harga-harga di dalam negeri.

Menurutnya, pergerakan harga minyak bersifat dinamis dan berubah setiap hari, sehingga dampaknya terhadap kondisi fiskal pemerintah tidak terjadi secara langsung.

“Teman-teman jangan cepat-cepat memastikan atau menyimpulkan harga akan US$100 terus. Bahkan ada yang bilang US$150 dan anggaran kita tidak kuat. Kita akan assess terus dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Dampak Fiskal Baru Terlihat Secara Bulanan

Ia menjelaskan bahwa lonjakan harga minyak tidak langsung mempengaruhi kondisi fiskal negara, karena dampaknya baru terlihat dalam perhitungan bulanan, bukan harian.