Jakarta, MAHATVA.ID – Menteri Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Teuku Riefky Harsya menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Restoran Sederhana Group untuk memperluas jangkauan bisnisnya ke pasar internasional.
Dukungan tersebut disampaikan Menparekraf saat menerima audiensi manajemen Restoran Sederhana Group di kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, pada Rabu (1/10/2025).
Pertemuan itu membahas strategi membawa kuliner Indonesia, khususnya masakan Padang, menembus pasar global melalui ekspansi jaringan Restoran Sederhana ke berbagai negara.
“Tujuh subsektor prioritas termasuk kuliner menjadi perhatian kami tanpa mengesampingkan sektor lain. Ketika mendengar Restoran Sederhana ingin go global, tentu ini akan dapat membawa merek, budaya, sekaligus diplomasi Indonesia ke panggung dunia,” ujar Teuku Riefky, dikutip dari siaran pers Kemen Ekraf, Kamis (2/10).
Didirikan oleh Bustaman pada tahun 1972 di Jakarta, Restoran Sederhana telah berkembang pesat dari sebuah warung kecil menjadi jaringan restoran Padang terbesar di Indonesia dengan lebih dari 200 gerai.
Kini, Restoran Sederhana tengah bersiap melakukan ekspansi global dengan membuka cabang di Jerman, Australia, dan sejumlah negara potensial lainnya.
Langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto agar sektor ekonomi kreatif tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap ekspor, investasi, dan PDB nasional.
Menparekraf Teuku Riefky juga menjelaskan potensi kolaborasi antara Kemen Ekraf dan Restoran Sederhana Group melalui program Asta Ekraf, yang berfokus pada penguatan data, pengembangan talenta, perlindungan kekayaan intelektual (KI), serta sinergi lintas kementerian dan lembaga.
“Dalam hal kekayaan intelektual, kami sudah bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan menandatangani perjanjian dengan WIPO di bawah PBB. Artinya, perlindungan merek kuliner Indonesia dapat berlaku secara global,” jelasnya.
“Kami juga berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri untuk mendukung ekspansi kuliner Indonesia sebagai cultural ambassador,” tambah Menparekraf.


