MAHATVA.ID -Situasi geopolitik di Asia Selatan kembali memanas. Pemerintah Pakistan mengklaim telah menembak jatuh lima jet tempur India dan menangkap sejumlah personel militer India dalam insiden terbaru di sepanjang perbatasan yang tegang antara kedua negara. Pernyataan ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, dalam wawancara eksklusif yang dilansir Bloomberg TV, Senin malam waktu setempat.

Klaim dramatis ini menandai babak baru dalam konflik militer antara India dan Pakistan, dua negara bersenjata nuklir yang memiliki sejarah panjang perseteruan di kawasan perbatasan, terutama di wilayah Kashmir.

Serangan Rudal India Picu Korban Sipil

Dalam konferensi pers darurat, Juru Bicara Militer Pakistan, Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry, mengungkapkan bahwa militer India telah meluncurkan 24 rudal yang menghantam enam lokasi strategis di wilayah Pakistan.

“Delapan warga sipil tewas dan 35 lainnya luka-luka akibat serangan ini,” ujar Chaudhry. Serangan paling mematikan terjadi di Ahmedpur Sharqia, dekat Bahawalpur, Provinsi Punjab, di mana sebuah kompleks masjid dihantam rudal, menewaskan lima orang, termasuk seorang anak perempuan berusia tiga tahun.

Eskalasi Konflik Berpotensi Guncang Stabilitas Regional

Insiden ini disebut-sebut sebagai eskalasi militer paling serius sejak awal tahun 2025, memicu kekhawatiran akan kemungkinan pecahnya perang terbuka antara kedua negara. Pengamat hubungan internasional memperingatkan bahwa konflik Pakistan-India dapat berdampak luas terhadap keamanan kawasan dan stabilitas politik global.

Pakistan menuduh India melanggar hukum internasional dan kedaulatan nasional, serta menyerukan perhatian dan tindakan cepat dari komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanan PBB.

India Masih Bungkam, Dunia Bertanya