MAHATVA.ID – Kabar baik datang dari sektor hulu minyak dan gas nasional. Kegiatan pengeboran pengembangan Sumur UPA-17ST yang dilakukan oleh SAKA Energi Indonesia Pangkah Ltd di wilayah lepas pantai Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa hasil pengeboran sumur tersebut memperlihatkan potensi produksi yang cukup baik dan diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi migas nasional.

Kegiatan pengeboran Sumur UPA-17ST dimulai pada 12 Oktober 2025 menggunakan rig COSL Sinooceaan Peace. Setelah proses pengeboran selesai, tim melanjutkan tahap completion, yaitu pemasangan berbagai instrumen dan peralatan produksi di dalam sumur hingga ke kepala sumur yang berada di anjungan lepas pantai (platform).

Menariknya, pada tahap completion ini tidak menggunakan Jack-Up Rig, melainkan memanfaatkan Accommodation & Working Barge (AWB) Logindo Radiance untuk mendukung proses instalasi peralatan produksi.

Sumur UPA-17ST merupakan sumur dengan profil deviasi tinggi dengan tingkat inklinasi mencapai 83 derajat. Proses pengeboran berhasil mencapai kedalaman 12.724 ftMD, yang disebut sebagai pengeboran terdalam yang pernah dilakukan di offshore Indonesia.

Pengeboran tersebut berhasil menembus Formasi Tuban Carbonate serta Formasi Kujung I, yang menjadi target reservoir utama di lapangan tersebut.

Hingga 5 Maret 2026, sumur tersebut masih menjalani tahap uji alir produksi (well testing). Hasil sementara menunjukkan potensi produksi yang cukup signifikan, yakni sekitar 1,7 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) serta 1.786 barel minyak per hari (BOPD) dengan Wellhead Pressure (WHP) sebesar 485 psi pada choke 60/64 inci.

Selanjutnya, kegiatan akan dilanjutkan ke tahap produksi sumur guna mendukung peningkatan produksi migas nasional serta menjaga stabilitas pasokan energi di Indonesia.

Keberhasilan pengeboran Sumur UPA-17ST ini menegaskan komitmen SAKA Energi Indonesia Pangkah Ltd sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam mengoptimalkan potensi sumber daya migas di wilayah offshore Indonesia sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional.