MAHATVA.ID – Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, mengingatkan bahwa ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat (AS) dan China bisa berisiko membawa konsekuensi yang merusak bagi dunia. Dalam sebuah dialog dengan para pelajar pekan ini, Wong menegaskan bahwa jika AS memutuskan hubungan dengan China, dampaknya akan sangat merugikan ekonomi AS dan warganya.
"Langkah tersebut akan merugikan perekonomian AS dan warga negara Amerika," kata Wong, seperti dilansir dari The Straits Times Minggu, (26/1/2025).
Risiko Perpecahan Dunia dan Ambang Perang Dunia Ketiga
Wong juga memperingatkan bahwa jika dunia terpecah menjadi dua blok besar—AS dan China—negara-negara lain dapat dipaksa untuk memilih pihak, yang berpotensi mendorong dunia menuju ketegangan yang lebih besar, bahkan sampai ambang perang dunia ketiga. Ketegangan AS-China memang telah menjadi perhatian utama di kawasan ini, dan Wong menunjukkan kekhawatiran akan potensi risiko yang semakin meningkat.
Ketergantungan Ekonomi yang Mendalam
Meskipun ketegangan terus berlanjut, Wong menilai bahwa pemisahan penuh antara ekonomi AS dan China hampir mustahil. Hal ini dikarenakan adanya ketergantungan ekonomi yang sangat mendalam antara kedua negara.
"Sebagian besar barang yang diproduksi, dibuat, dan diimpor oleh AS berasal dari China. Saya tidak melihat bagaimana pemisahan sepenuhnya dapat terjadi pada tahap ini," tambah Wong.
Singapura di Tengah Ketegangan AS-China: Menjaga Keseimbangan
Sebagai negara kecil di Asia Tenggara, Singapura dihadapkan pada tantangan besar dalam menjaga netralitas antara kedua negara adikuasa tersebut. Wong menekankan bahwa negara seperti Singapura tidak seharusnya dipaksa untuk memilih antara AS atau China.


