MAHATVA.ID – Kebijakan baru dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang kembali mengizinkan pemerintah daerah menggelar kegiatan dan rapat di hotel mendapat apresiasi dari kalangan pelaku usaha. Salah satu yang menilai kebijakan ini secara positif adalah Muhammad Sirod, Fungsionaris Kadin Indonesia sekaligus Ketua Umum HIPI Jakarta Timur.

Sirod menyebut langkah tersebut sebagai kebijakan taktis dan adaptif, terutama dalam upaya membangkitkan kembali sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) yang sempat lesu akibat kebijakan efisiensi anggaran.

“Ini kebijakan yang taktis, tapi juga dibutuhkan. Apalagi saat ini ekonomi kita stagnan, pertumbuhan masih sekitar 4,8% year-on-year—di batas bawah proyeksi IMF dan Bank Dunia,” ujar Sirod, Senin malam (09/06/2025).

Dorong Konsumsi Domestik lewat Belanja Pemerintah

Menurut Sirod, dengan APBN 2024 yang mencatat surplus Rp24,4 triliun, pemerintah memiliki ruang fiskal untuk meningkatkan konsumsi domestik melalui belanja strategis.

“Industri MICE punya efek ganda besar—katering, transportasi, pekerja informal ikut terdampak saat hotel-hotel tak bisa lagi jadi lokasi rapat. Sekarang waktunya diputar kembali,” jelasnya.

Ia bahkan mencontohkan kondisi di Jawa Barat, di mana tiga hotel harus tutup karena merosotnya permintaan akibat pembatasan kegiatan di hotel.

Efisiensi Tetap Penting, Tapi Jangan Hambat Ekonomi