Jakarta, MAHATVA.ID – Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) turut angkat suara menyusul keputusan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
SBY meyakini, Presiden Prabowo Subianto telah melalui pertimbangan matang sebelum memutuskan Indonesia menjadi bagian dari forum internasional tersebut.
“Kalau Indonesia bergabung dalam Board of Peace itu, tentu Presiden kita, Pak Prabowo, sudah mempertimbangkan dengan saksama,” kata SBY dalam keterangan video, Minggu (25/1/2026).
Meski demikian, SBY menyatakan belum ingin memberikan komentar lebih jauh terkait arah kebijakan politik luar negeri Indonesia tersebut. Menurutnya, masih terlalu dini untuk menilai dampak strategis dari keanggotaan Indonesia di Dewan Perdamaian.
Di sisi lain, SBY juga memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Diketahui, penandatanganan keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian dilakukan Prabowo dalam forum internasional tersebut.
Menurut SBY, kehadiran Prabowo di Davos menunjukkan bahwa Indonesia tetap aktif di panggung global, khususnya di tengah situasi dunia yang penuh ketegangan dan krisis geopolitik.
“Kalau Presiden kita hadir, tentu terlibat untuk mencari solusi dan memikirkan sesuatu untuk kebaikan dunia kita. Ingat, sejak Presiden Soekarno, Indonesia itu aktif. Konstitusi kita juga mengatakan demikian,” ujarnya.
SBY menilai langkah tersebut memberikan ketenangan dan harapan, karena Indonesia tidak bersikap pasif di tengah kondisi global yang dinilainya rawan konflik besar.
“Jadi melegakan Presiden kita hadir dan mengambil bagian dalam perhelatan di Davos tersebut,” pungkas SBY.

.png)