Bogor, MAHATVA.ID – Dukungan terhadap program pembinaan kemandirian warga binaan kembali datang dari pihak eksternal. Second Chance Foundation memborong 70 roti Prabudana, produk hasil karya warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Cibinong, Senin (23/2/2026).
Roti Prabudana merupakan salah satu produk unggulan hasil kegiatan kerja pembinaan kemandirian warga binaan Lapas Cibinong. Proses produksinya dilakukan secara terstruktur dan profesional, mulai dari pengolahan bahan baku, pengemasan, hingga distribusi, dengan mengedepankan kualitas, kebersihan, serta disiplin kerja.
Dalam kunjungan tersebut, perwakilan Second Chance Foundation meninjau langsung proses pembuatan roti Prabudana di area kegiatan kerja. Mereka menyaksikan seluruh tahapan produksi, mulai dari persiapan bahan, pengolahan adonan, pemanggangan, hingga pengemasan akhir.
Kepala Lapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan.
“Ini bukan sekadar pembelian 70 roti Prabudana, tetapi bentuk dukungan nyata terhadap program pembinaan kemandirian warga binaan dan pelaksanaan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kolaborasi seperti ini menjadi motivasi besar bagi warga binaan untuk terus meningkatkan kualitas kerja dan menjaga kedisiplinan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Second Chance Foundation, Flora, menilai program pembinaan di Lapas Cibinong dijalankan dengan kesungguhan dan memiliki potensi besar untuk berkelanjutan.
“Kami percaya setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Roti Prabudana membuktikan bahwa dengan pembinaan yang tepat, warga binaan mampu menghasilkan produk berkualitas. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mendukung program pembinaan yang berdampak nyata,” ungkapnya.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Cibinong, Tunggadewi Ratu Wardhani, menambahkan bahwa keberhasilan produksi tidak lepas dari konsistensi pembinaan dan pengawasan.
“Program kegiatan kerja tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, dan peningkatan keterampilan. Dukungan dari Second Chance Foundation menjadi penyemangat untuk terus menjaga kualitas produk sekaligus membekali warga binaan dengan kompetensi nyata,” jelasnya.



