Bogor, MAHATVA.ID – Hari ini menjadi momen istimewa bagi para siswa-siswi MA AR Rifa’iah yang berdomisili di Kampung Citiis, Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Dalam rangka tugas proyek pembelajaran Bahasa Indonesia dan program literasi kreatif, mereka melakukan kunjungan lapangan ke Belgi Art Gallery, sebuah ruang kreatif berbasis masyarakat yang fokus pada pengolahan limbah kayu menjadi karya seni bernilai tinggi.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Belgi Alhuda, Ketua Karang Taruna Desa Ciburayut sekaligus founder Belgi Art. Dalam suasana hangat dan penuh semangat, para siswa menggali kisah inspiratif tentang perjuangan, kepemimpinan, serta tekad membangun desa melalui kreativitas anak muda.

Belgi menceritakan awal mula berdirinya Belgi Art yang lahir dari keprihatinan melihat banyaknya limbah kayu sisa industri di sekitar wilayah Cigombong.

“Saya percaya, limbah bukan akhir dari nilai — justru dari sanalah peluang itu tumbuh. Anak muda harus berani menciptakan solusi, bukan hanya mengeluh,” ujar Belgi.

Para siswa tampak antusias menyimak setiap cerita. Mereka belajar bahwa kepemimpinan bukan soal jabatan, melainkan aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat. Belgi juga menekankan pentingnya peran pemuda dalam membangun desa.

“Desa punya potensi besar. Kalau bukan kita yang menggerakkan, siapa lagi? Kita harus buktikan bahwa dari desa, karya besar bisa lahir,” tambahnya penuh keyakinan.

Selain wawancara, para siswa juga mengikuti kegiatan pembuatan konten video edukatif. Mereka belajar mendokumentasikan proses kerja para pengrajin, menulis narasi video, dan melatih kemampuan berbicara di depan kamera. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata pembelajaran kontekstual — pelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga menyatu dengan kehidupan nyata dan kreativitas masyarakat.

Kunjungan ini memberikan pengalaman berharga dan membuka wawasan para siswa bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja, bahkan dari sosok inspiratif di lingkungan sekitar. Mereka tidak hanya mendapat pengetahuan tentang kerajinan kayu dan kewirausahaan sosial, tetapi juga nilai-nilai semangat pantang menyerah, kepedulian lingkungan, dan gotong royong dalam membangun masa depan desa.

“Harapan saya, generasi muda hari ini tidak hanya jadi penonton, tapi pelaku perubahan. Mulailah dari hal kecil, dari lingkungan sendiri. Karena masa depan desa ada di tangan kalian,” pesan Belgi Alhuda disambut tepuk tangan meriah dari para siswa.