PALEMBANG, MAHATVA.ID – Kabar positif datang dari sektor hulu migas nasional. Pengeboran Sumur Pengembangan ABB-145 milik Pertamina EP Asset 2 (PT PHR Region 1 Zona 4) berhasil mencatatkan hasil produksi awal yang menggembirakan, sebagai bagian dari program strategis peningkatan lifting migas nasional.
Pengeboran sumur ABB-145 yang dimulai pada 31 Januari 2026 dan dinyatakan selesai pada 1 Maret 2026, dilanjutkan dengan uji produksi pada lapisan TAF-E1 di interval 1827,25 – 1828 meter mMD. Hasil sementara menunjukkan produksi mencapai 505 barel minyak per hari (BOPD) dan 5,1 MMSCFD gas, dengan Water Cut (WC) 0 persen.
Capaian ini menegaskan keberhasilan eksplorasi dan pengembangan hidrokarbon di struktur Lapangan Abab, yang secara geografis terletak sekitar 95 kilometer barat laut Kota Palembang, Sumatera Selatan. Lapangan ini dikelilingi oleh Lapangan Dewa di barat daya, Lapangan Raja di selatan, serta Lapangan Air Hitam di barat laut.
Keberhasilan pengeboran di antara lapangan-lapangan existing tersebut kembali membuktikan potensi migas yang masih sangat prospektif. Temuan minyak dan gas ini juga menjadi bagian penting dari program 3ple 100, yakni pengeboran di struktur atau lapangan baru dengan target keberhasilan tinggi. Hasil uji produksi dengan kandungan air nol persen memperkuat kualitas reservoir yang ditemukan.
Target utama pengeboran sumur ABB-145 adalah lapisan TAF-E, dengan target tambahan pada lapisan TAF-D. Secara operasional, pengeboran dilakukan menggunakan metode directional drilling (J-Type) dengan Rig PDSI#05.2/OW760-M hingga kedalaman akhir 1.930 meter mMD. Total waktu pengeboran mencapai 30 hari, sedikit lebih lama dua hari dari rencana awal 28 hari.
Meski mengalami penambahan waktu, kinerja biaya tetap terkendali. Estimasi biaya pengeboran tercatat hanya 89,06 persen dari AFE Original yang telah disetujui oleh SKK Migas, menunjukkan efisiensi operasional yang sangat baik.
Tahap berikutnya adalah melanjutkan uji produksi serta mengalirkan fluida dengan laju optimum guna menjaga kualitas reservoir dan mencegah penurunan produksi yang terlalu cepat (decline rate).
Dengan pengelolaan yang tepat, sumur ABB-145 diharapkan dapat memberikan kontribusi jangka panjang terhadap produksi migas nasional.
Keberhasilan ini menjadi suntikan optimisme bagi industri hulu migas Indonesia sekaligus memperkuat upaya peningkatan lifting nasional.




